UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA FAKULTAS EKONOMI |
ANALISIS SUMBER RISIKO YANG MEMPENGARUHI USAHA
JAXINE COLLECTION
A. PROFIL PERUSAHAAN
Jaxine Collection merupakan suatu usaha toko yang menyediakan berbagai perlengkapan tempat tidur dengan koleksi sprei, bed cover , selimut, balmut (bantal sekaligus selimut), gulmut (guling sekaligus selimut), bantal cinta, dan lain- lain. Jaxine Collection menyediakan motif dan desain yang cantik, unik, dan berkualitas namun dengan harga yang murah.
Jaxine Collection menjadikan rumah tinggal pemilik sebagai tokonya, yaitu terletak di Jalan Magelang Km. 5 Kutu Asem No. 124, Rt. 04, Rw. 17, Yogyakarta.
Selain itu, usaha ini juga melakukan bisnisnya secara online (e-commerce). Jaxine Collection menyediakan satu situs web, www.omahsprei.com. Bisnis ini dikelola oleh pemiliknya sendiri, Tabitha Tri Wardhani, SKH dan suaminya An. Dedy Indrawan, SE. Mereka menjalankan usaha ini sejak Oktober tahun 2009.
Jaxine Collection melayani pembelian baik secara eceran maupun secara grosir, yaitu minimal membeli 10 jenis barang dengan potongan harga khusus. Khusus untuk toko online mereka pemesan terlebih dahulu diberi konfirmasi berapa ongkos kirim dan total pembayaran. Jaxine Collection menggunakan jasa pengiriman dari PT. Pos Indonesia. Untuk transfer pembayaran, pemilik menggunakan rekening dari Bank BCA, Danamon, Mandiri, dan Commonwealth Bank.
Merk yang di tawarkan juga beragam seperti Kintakun, Internal, Bellladona, Shyra Alexis, dan sprei katun Jepang yang sudah terkenal dengan kelembutannya. Koleksi- koleksi JC antara lain
![]() |
| Rp 145,000 |
![]() |
| Rp 149,500 |
Produk yang dijual di Jaxine Collection terjamin keasliannya karena produk bersumber dari distributor resmi di Indonesia. Itulah mengapa Jaxine Collection memberikan harga miring bagi Anda. Harga produk yang ditawarkan antara Rp. 50. 000, 00 sampai dengan Rp. 360. 000, 00. Kualitas terbaik dan pelayanan memuaskan adalah yang utama untuk konsumen Jaxine Collection.
Selama pemilik menjalankan usahanya, mereka belum pernah melakukan penipuan pada calon pembeli dan juga belum pernah menjadi korban penipuan oleh pembeli yang marak akhir- akhir ini. Mereka menjalankan bisnis dengan mengutamakan keramah tamahan dan ketelitian. Pemilik menjalin relasi dengan banyak orang dan di dalam hubungan mereka, pemilik juga memperluas pemasarannya. Sejak usaha ini berjalan, omset yang mereka dapatkan selalu meningkat dari waktu ke waktu. Pada bulan Agustus 2010 ini, omset yang mereka raih mencapai dua ratus juta Rupiah.
ANALISIS LINGKUNGAN YANG MENJADI RISIKO USAHA JAXINE COLLECTION
Risiko merupakan suatu kondisi dimana ada kemungkinan penyimpangan yang merugikan dari suatu hasil yang diinginkan yang diharapkan
Lingkungan perusahaan dapat menjadi sumber munculnya risiko. Lingkungan tersebut antara lain:
* Lingkungan Fisik
* Lingkungan Sosial
* Lingkungan Politik
* Lingkungan Hukum
* Lingkungan Ekonomi
* Lingkungan Operasional
Jaxine Collection telah menjalankan bisninya selama sepuluh bulan. Selama ini, factor lingkungan yang dapat memunculkan risiko usaha, yaitu lingkungan fisik, sosial, hukum, ekonomi, dan operasional mereka.
1. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik meliputi kondisi air, tanah, udara, cuaca, iklim yang bias memunculkan risiko. Jaxine Collection merupakan jasa di bidang niaga di mana mereka mengambil produk jadi dari suatu produsen atau distributor resmi yang lalu mereka jual kepada reseleer atau konsumen akhir. Selama ini, kondisi air, tanah, dan udara tidak memunculkan risiko atau kerugian usaha. Demikian juga pada perubahan cuaca dan iklim yang sekarang ini sulit diprediksi, tidak mengganggu Jaxine Collection dalam menarik konsumen.
2. Lingkungan social
Pemilik menjadikan rumah pribadinya sekaligus sebagai ruang dalam menerima pembeli. Masyarakat sekitar mereka selama ini bisa menerima usaha yang mereka lakukan.
• Penyangga utama dalam program pengelolaan risiko operasional adalah :
– Manusia (people)
Pegawai tidak kompeten, tidak jujur karena rekruit, pelatihan dan kompensasi yang tidak memadai. Hal ini tidak dialami oleh Jaxine Collection. Selama ini. Ada 4 orang yang menjadi pegawai mereka. Selama ini, tidak ada moral hazard yang dilakukan oleh pegawai mereka. Mereka bekerja dengan jujur dan disiplin.
– Sistem (syatems)
Kegagalan dalam dukungan sistem, misalnya kesalahan dalam membangun program komputer, jaringan komunikasi Pernah suatu kali, computer yang mereka gunakan dalam bisnis online terserang virus dan data- data penting yang diperlukan hilang. Tentu saja, masalah itu mengakibatkan bisnis online terhenti selama beberapa hari dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.
– Proses (Processes)
• Pelanggaran pengendalian intern pada front office maupun back office
• Kesalahan memproses transaksi mis: karena pegawai kurang terdidik
– Hubungan dengan lingkungan (External events)
• Pelanggaran, pemalsuan baik yang dilakukan oleh intern (pegawai) maupun pihak luar, mis: pemalsuan cheque, computer hacker
3. Lingkunga politik
4. Hukum
5. Ekonomi
6. Operasional
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis, lingkungan yang dapat mempengaruhi munculnya risiko usaha Jaxine Collection, meliputi lingkungan operasi. Oleh karena itu, pemilik bisnis ini harus mempunyai langkah antisipasi dalam kegiatan bisnisnya di masa yang akan datang. Ketidakpastian yang dimungkinkan terjadi tergolong ketidakpastian subyektif di mana pencegahan terhadap munculnya risiko masih bisa di identifikasi.Pemilik harus menciptakan suatu system pengendalian yang memadai sehingga tidak menimbulkan kerugian pada bisnis yang mereka jalankan.
DAFTAR PUSTAKA
M. Hanafi Mamduh, Manajemen Risiko Edisi Kedua, UPP STIM YKPN, Yogyakarta, 2009.
Jatmiko W Alexander, Course Reading Package Risk Management, 2010.





