Rabu, 01 September 2010


UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
                 FAKULTAS EKONOMI
                                                     PROGRAM STUDI MANAJEMEN






 ANALISIS SUMBER RISIKO YANG MEMPENGARUHI USAHA
JAXINE COLLECTION
A.    PROFIL PERUSAHAAN
Jaxine Collection merupakan suatu usaha toko yang menyediakan berbagai perlengkapan tempat tidur dengan koleksi sprei, bed cover , selimut, balmut (bantal sekaligus selimut), gulmut (guling sekaligus selimut), bantal cinta, dan lain- lain. Jaxine Collection menyediakan motif dan desain yang cantik, unik, dan berkualitas namun dengan harga yang murah.
Jaxine Collection menjadikan rumah tinggal pemilik sebagai tokonya, yaitu  terletak di Jalan Magelang Km. 5 Kutu Asem No. 124, Rt. 04, Rw. 17, Yogyakarta. 

Selain itu, usaha ini juga melakukan bisnisnya secara online (e-commerce). Jaxine Collection menyediakan satu situs web, www.omahsprei.com. Bisnis ini dikelola oleh pemiliknya sendiri, Tabitha Tri Wardhani, SKH dan suaminya An. Dedy Indrawan, SE. Mereka menjalankan usaha ini sejak Oktober tahun 2009.
Jaxine Collection  melayani pembelian baik secara eceran  maupun secara grosir, yaitu minimal membeli 10 jenis barang dengan potongan harga khusus. Khusus untuk toko online mereka pemesan  terlebih dahulu diberi konfirmasi berapa ongkos kirim dan total pembayaran. Jaxine Collection menggunakan jasa pengiriman dari PT. Pos Indonesia. Untuk transfer pembayaran, pemilik menggunakan rekening dari Bank BCA, Danamon, Mandiri, dan Commonwealth Bank.
Merk yang di tawarkan  juga beragam seperti Kintakun, Internal, Bellladona, Shyra Alexis, dan sprei katun Jepang yang sudah terkenal dengan  kelembutannya. Koleksi- koleksi JC antara lain 
Rp 145,000

Rp 149,500

Produk yang dijual di Jaxine Collection terjamin keasliannya karena produk bersumber dari distributor resmi di Indonesia. Itulah mengapa Jaxine Collection  memberikan harga miring bagi Anda. Harga produk yang ditawarkan antara Rp. 50. 000, 00 sampai dengan  Rp. 360. 000, 00. Kualitas terbaik dan pelayanan memuaskan adalah yang utama untuk konsumen Jaxine Collection.
Selama pemilik menjalankan  usahanya, mereka belum pernah melakukan penipuan  pada calon pembeli dan juga belum pernah menjadi korban penipuan oleh pembeli yang marak akhir- akhir ini. Mereka menjalankan bisnis dengan mengutamakan keramah tamahan dan ketelitian. Pemilik menjalin relasi dengan banyak orang dan di dalam hubungan mereka, pemilik juga memperluas pemasarannya. Sejak usaha ini berjalan, omset yang mereka dapatkan selalu meningkat dari waktu  ke waktu. Pada bulan Agustus 2010  ini, omset yang mereka raih mencapai dua ratus juta Rupiah.

ANALISIS LINGKUNGAN YANG MENJADI RISIKO USAHA JAXINE COLLECTION
Risiko merupakan suatu kondisi dimana ada kemungkinan penyimpangan yang merugikan dari suatu hasil yang diinginkan yang diharapkan
Lingkungan perusahaan dapat menjadi sumber munculnya risiko. Lingkungan tersebut antara lain:
*  Lingkungan Fisik
*  Lingkungan Sosial
*  Lingkungan Politik
*  Lingkungan Hukum
*  Lingkungan Ekonomi
*  Lingkungan Operasional
Jaxine Collection telah menjalankan bisninya selama sepuluh bulan. Selama ini, factor lingkungan yang dapat  memunculkan risiko usaha, yaitu lingkungan fisik, sosial, hukum, ekonomi, dan operasional mereka.
1.      Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik meliputi kondisi air, tanah, udara, cuaca, iklim yang bias memunculkan risiko. Jaxine Collection merupakan jasa di bidang niaga di mana mereka mengambil produk jadi dari suatu produsen atau distributor resmi yang lalu mereka jual kepada  reseleer atau konsumen akhir. Selama ini, kondisi air, tanah, dan udara tidak memunculkan risiko atau kerugian usaha. Demikian juga pada perubahan cuaca dan iklim yang sekarang ini sulit diprediksi, tidak mengganggu Jaxine Collection dalam menarik konsumen.
2.      Lingkungan social
Pemilik menjadikan rumah pribadinya sekaligus sebagai ruang dalam menerima pembeli. Masyarakat sekitar mereka selama ini bisa menerima usaha yang mereka lakukan.  
         Penyangga utama dalam  program  pengelolaan  risiko operasional adalah :
        Manusia (people)
Pegawai tidak kompeten, tidak jujur karena rekruit, pelatihan dan kompensasi yang tidak memadai. Hal ini tidak dialami oleh Jaxine Collection. Selama ini. Ada 4 orang yang menjadi pegawai mereka. Selama ini, tidak ada moral hazard yang dilakukan oleh pegawai mereka. Mereka bekerja dengan jujur dan disiplin.
        Sistem (syatems)
Kegagalan dalam dukungan sistem, misalnya kesalahan dalam membangun program komputer, jaringan komunikasi Pernah suatu kali, computer yang mereka gunakan dalam bisnis online terserang virus dan data- data penting yang diperlukan hilang. Tentu saja, masalah itu mengakibatkan bisnis online terhenti selama beberapa hari dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.
        Proses (Processes)
         Pelanggaran pengendalian intern pada front office maupun back office
         Kesalahan memproses transaksi mis: karena pegawai kurang terdidik
        Hubungan dengan lingkungan (External events)
         Pelanggaran, pemalsuan baik yang dilakukan oleh intern (pegawai) maupun pihak luar, mis: pemalsuan cheque, computer hacker

3.      Lingkunga politik
4.      Hukum
5.      Ekonomi
6.      Operasional

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis, lingkungan yang dapat mempengaruhi munculnya risiko usaha Jaxine Collection, meliputi lingkungan operasi. Oleh karena itu, pemilik bisnis ini harus mempunyai langkah antisipasi dalam kegiatan bisnisnya di masa yang akan datang. Ketidakpastian yang dimungkinkan terjadi tergolong ketidakpastian subyektif di mana pencegahan terhadap munculnya risiko masih bisa di identifikasi.Pemilik harus menciptakan suatu system pengendalian yang memadai sehingga tidak menimbulkan kerugian pada bisnis yang mereka jalankan.

DAFTAR PUSTAKA
M. Hanafi Mamduh, Manajemen Risiko Edisi Kedua, UPP STIM YKPN, Yogyakarta, 2009.
Jatmiko W Alexander, Course Reading Package Risk Management, 2010.

 



Selasa, 24 Agustus 2010

Investor Ambil Untung, Indeks Bursa Tertekan

Investor Ambil Untung, Indeks Bursa Tertekan
VIVAnews - Tekanan jual pada sejumlah saham di sektor pertambangan dan industri dasar akhirnya membalikkan posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa 24 Agustus 2010.
Setelah menguat ke level tertinggi baru di posisi 3.142,98 pada transaksi sesi pertama hari ini, indeks bursa saham Indonesia akhirnya ditutup melemah 13,79 (0,44 persen) ke posisi 3.114,93.
Potensi pelemahan IHSG sebenarnya sudah terlihat pada awal transaksi yang turun tipis 2,12 poin (0,07 persen) ke posisi 3.126,61. Pelemahan indeks itu melanjutkan koreksi sejak sesi prapembukaan yang turun 1,8 poin (0,06 persen) ke level 3.126,93.
Selama transaksi, volume perdagangan mencapai 11,01 juta lot senilai Rp4,03 triliun dengan frekuensi 137.240 kali. Sebanyak 82 saham menguat, 127 melemah, 87 stagnan, dan 183 saham lainnya melemah. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 3.145,11 dan terendah 3.099,91.
Mayoritas indeks sektoral melemah kecuali agribisnis yang naik 0,39 persen dan perbankan 0,67 persen. Sedangkan indeks pertambangan turun 1,35 persen dan industri dasar 1,27 persen.
Meski demikian, di pasar reguler, pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buying) Rp78 miliar. Rinciannya, pembelian saham mencapai Rp732,4 miliar dengan penjualan Rp654,2 miliar.
Analis PT BNI Securities, Astin Pohan, mengatakan indeks bursa domestik yang ditutup menguat kemarin memberikan ruang bagi investor untuk menikmati keuntungan.
"Selain itu, sentimen negatif dari luar negeri memicu indeks saham di BEI akhirnya terkoreksi," kata dia dalam ulasannya di Jakarta.
Saham-saham yang ikut memicu penurunan IHSG di antaranya di grup Astra seperti PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah Rp750 (1,5 persen) ke level Rp49.000 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi Rp100 (0,53 persen) menjadi Rp18.700.
Selanjutnya saham lainnya yang juga melemah adalah PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun Rp100 (1,12 persen) ke level Rp8.750, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terkoreksi Rp50 (1,23 persen) ke posisi Rp4.000, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah Rp30 (1,79 persen) menjadi Rp1.640.
Sementara itu, indeks bursa regional Asia saat transaksi sesi kedua ditutup masih bergerak variatif. Indeks Hang Seng bertengger di level 20.658,71 atau melemah 230,3 poin (1,1 persen), Nikkei 225 turun 121,55 poin (1,33 persen) ke posisi 8.995,14, dan Straits Times terkoreksi 3,14 poin (0,11 persen) menjadi 2.922,85.
Di pasar uang, rupiah berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI) berada di level 8.974 per dolar AS atau menguat dibanding transaksi Senin 23 Agustus 2010 di posisi 8.978 per dolar AS.
Sementara itu, data transaksi rupiah di Bloomberg sore ini menunjukkan rupiah berada di level 8.980 per dolar AS.

Partai Golkar Masih Ngotot Usulkan Dana Asprasi

Partai Golkar Masih Ngotot Usulkan Dana Asprasi 

TEMPO Interaktif, Jakarta - Partai Golkar masih ngotot untuk mengusulkan adanya dana aspirasi yang beberapa waktu lalu sempat ditolak, tidak saja oleh pemerintah tapi juga oleh partai-partai lainnya. Sikap Partai Golkar ini terungkap dalam pandangan Fraksi Partai Golkar atas RUU RAPBN 2011 dalam rapat paripurna DPR, Jakarta Selasa (24/8)
Fraksi Partai Golkar melihat masih rendahnya alokasi dana untuk infrastruktur perdesaan. Karena itu, Partai Golkar meminta pemerintah untuk memperhatikan pola perencanaan penggunaan dana infrastruktur perdesaan tersebut. »Dengan menggunakan alokasi anggaran berbasis daerah pemilihan dalam APBN 2011,” kata juru bicara Fraksi Partai Golkar Mahyudin.
Mahyudin mengatakan pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih ekspansif. Pertumbuhan ekonomi yang ekspansif itu, kata dia akan bisa mendorong pertumbuah ekonomi yang lebih berkualitas. »Harus lebih ekspansif untuk menstimulir peningkatan kesejahteraan rakayat,” katanya.
Dalam pandangan umumnya, Fraksi partai Golkar menyatakan transfer dana ke daerah harus bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih berkeadilan

KPK: Pejabat Sebaiknya Tak Terima Parcel

KPK: Pejabat Sebaiknya Tak Terima Parcel
Makassar (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi mengimbau pejabat tidak menerima parcel atau bingkisan pada Hari Raya Idul Fitri.
"Diimbau pejabat sedapat mungkin tidak terima. Tapi silahkan memberi ke jajaran di bawahnya," kata Wakil Ketua KPK M Jasin di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Menurut dia, memberikan parcel menjelang hari raya sudah membudaya dalam masyarakat dan yang namanya saling memberi, tidak dilarang sepenuhnya.
Gubernur Sulawei Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan, dirinya sudah tidak pernah menerima parcel.
"Kalau ada yang `nyasar` tinggalkan di pos jaga saja dan dibagikan," katanya.
Secara tegas ia meminta agar tidak ada yang mengirim parcel kepada dirinya.
"Sudah lama kita tidak kita terapkan yang ada pengiriman parcel ke tingkat bawah," ujarnya.
Terkait penggunaan kendaraan dinas untuk berlebaran, dia berharap kendaraan dinas tidak digunakan untuk membuang-buang waktu yang tidak jelas dan jangan berlebihan.

Qory Sandioriva Jadi Sasaran Kecaman di YouTube

Agust 23, 2010

Video YouTube yang menunjukkan babak penyisihan dalam kontes kecantikan Miss Universe 2010 yang dilakukan oleh Puteri Indonesia, Qory Sandioriva, rupanya menuai kecaman keras. Pasalnya, babak penyisihan di mana Qory harus menjawab beberapa pertanyaan menggunakan Bahasa Inggris itu tidak dijalani dengan cukup lancar olehnya. Bahkan, beberapa komentar menyebut jika Qory tidak bisa berbahasa Inggris.
Video yang di-posting pada 15 Agustus itu telah dilihat lebih 23 ribu kali dan mendapatkan ratusan komentar.
Lihat videonya di sini:
Mungkin karena terlalu grogi atau karena alasan lain, Qory menjawab pertanyaan penanya dengan bahasa Inggris yang tidak terlalu bagus. Beberapa komentar menyatakan jika Qory sebaiknya memakai jasa penerjemah saja.
Meskipun banyak yang mencemooh Qory, bahkan menyebut yayasan Puteri Indonesia seharusnya lebih bisa mempersiapkan kandidat mereka untuk bersaing di arena Miss Universe, dukungan pun banyak datang.
Seperti yang ditulis oleh IS4n2Q, "without seeking my country, i think this is the most effort and honesty interview than others. thats ok because i think this is her 1st interview in many people. if i see clearly from this video, i think her english fluent enough, but she just too nervous. if she can add a little vocab. be calm, i think its fine enough.you tried the best qory, i just say GOODLUCK FOR YOU." (kpl/npy)

http://id.omg.yahoo.com/news

Menggagas Kepahlawanan Abad ke-21 - Didi, Menyulap yang Bekas jadi Berkelas Selasa, 24 Agustus 2010

KOMPAS.com - Didi Diarsa Adiana, 36 tahun, tak pernah belajar ilmu sulap. Namun, dari tangan pemilik Furniture Aktif yang bermarkas di Cimanggis, Depok, ini lahir produk berkelas dengan bahan dari barang-barang bekas.
Dengan memanfaatkan kayu bekas peti kemas, ia menghasilkan mebel-mebel berstandar internasional yang ramah lingkungan. Didi menekankan pada pertukangan yang cermat. Selanjutnya, ia cukup memberi sentuhan pernis mengkilap karena tekstur kayu jati belanda (pinewood) yang dipakai sebagai bahan dasar sudah memiliki daya jual tinggi.

Awalnya, Didi lebih menargetkan sekolah-sekolah karena pernah bekerja di dunia pendidikan. Dengan harga yang lebih murah ketimbang produk sejenis, mebel Didi diminati banyak sekolah berstandar internasional di Jakarta dan sekitarnya.
Selain harga yang murah, produk Didi juga dinilai mempunyai nilai desain unik dan modern. Misalnya, meja setengah lingkaran dengan kursi-kursi yang mengelilinginya. Meja ini sangat cocok dipakai di TK dan SD yang menerapkan sistem belajar aktif. “Konsepnya, produk saya mendukung proses belajar menjadi lebih menyenangkan,” kata Didi.

Desain Didi mengantarkannya menjadi finalis Asia Europe Classroom Award pada 2004. Selain itu, ia juga menjadi finalis untuk International Young Creative Entrepreneur 2009 yang digelar British Council.
Ide Eropa

Ide desain karya Didi diperoleh Sarjana Geografi lulusan Universitas Negeri Jakarta itu, saat ia berkunjung ke Eropa. Di Finlandia misalnya, ia menjumpai produk mebel bekas pakai.
Hanya saja, tantangan pertama yang ia jumpai di Tanah Air justru pencarian bahannya. Kayu bekas peti kemas yang diincarnya kebanyakan sudah ditadah pengusaha barang bekas di pelabuhan Tanjung Priok. Alih-alih bisa membeli, ayah tiga anak ini malah lebih sering ketemu preman pelabuhan. Untungnya, rumahnya di Cimanggis, Depok, berdekatan dengan pabrik-pabrik yang menyediakan limbah kayu melimpah. “Ketimbang jadi sampah, mending saya manfaatkan,” kata Didi.

Kreativitas Didi tak terbatas di dunia bisnis furnitur. Pria yang gemar berorganisasi ini juga memiliki taman bacaan dan warnet, serta aktif antara lain di koperasi dan persatuan alumni program persahabatan Indonesia-Jepang.
Saat ini, ia juga sedang mengembangkan satu website bernama www.greenschool.web.id. Di situs ini, para murid sekolah dari belasan negara sudah menulis status dan opini mereka tentang penyelamatan lingkungan di negara masing masing.
Pada November depan, situs Didi akan untuk berkompetisi di India memperebutkan hadiah  5 ribu dollar AS, bersaing dengan peserta dari 65 negara lain. Pengalaman ini tentunya bakal memperkaya wawasan Didi, sebagaimana halnya berkesempatan bertemu langsung dengan putra mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles saat ia menjadi salah seorang wakil Indonesia dalam pertemuan pemuda Muslim sedunia "Mosaic International Summit 2010".

Meskipun demikian, Didi mengaku pilihannya sebagai wirausahawanlah yang menjadi puncak pengalaman hidupnya. Ia menyebut Tangan di Atas (TDA), komunitas wirausahawan, yang mengubah pola pikirnya. TDA mendorong Didi berani bersikap dan mengambil tindakan dalam situasi yang tidak normal. “Mereka seperti pahlawan, tindakannya lokal tetapi imbasnya global,” kata Didi.

Didi saat ini aktif di Divisi Networking TDA Depok. Ia mengenang betapa komunitas yang dulu dibangun segelintir orang kini sudah beranggotakan 17.000  orang. Dengan jumlah anggota yang bertambah sepesat ini, TDA sekarang fokus pada penguatan basis internal seperti pengadaan pelatihan dan bimbingan. Namun, penciptaan wirausahawan berkualitas sebanyak-banyaknya tetap tak ditinggalkan. “Tantangan utama adalah mengubah mindset masyarakat yang masih beranggapan PNS jauh lebih baik,” kata Didi.